Angkat Momen Berbuka, BPO Garap Iklan Randang One dengan Pendekatan Emosional
Padang — Komunitas kreatif Bunga Padi Official (BPO) kembali menghadirkan karya visual melalui proyek iklan untuk brand kuliner Randang One asal Pariaman. Mengusung tema berbuka puasa, iklan ini tampil dengan pendekatan emosional yang menonjolkan suasana kebersamaan di meja makan.
Berbeda dari iklan makanan pada umumnya, video ini tidak menampilkan proses memasak maupun promosi produk secara langsung. Sebaliknya, visual difokuskan pada momen sederhana saat berbuka—ketika hidangan tersaji dan dinikmati bersama.
Pendekatan tersebut dinilai mampu menghadirkan kedekatan dengan audiens, terutama karena momen berbuka puasa memiliki nilai emosional yang kuat dalam kehidupan masyarakat.
“Kami ingin membawa suasana yang dekat dengan keseharian orang. Berbuka puasa itu bukan hanya soal makan, tapi juga tentang kebersamaan dan rasa syukur. Itu yang kami coba hadirkan dalam visualnya,” ujar Irawan Winata (Nata), salah satu penggerak dalam proyek tersebut.
Randang One sendiri dikenal sebagai brand yang mengangkat cita rasa tradisional Minangkabau dengan resep turun-temurun. Dalam video ini, produk tidak ditampilkan secara eksplisit, melainkan hadir sebagai bagian alami dari suasana di meja makan.
Hal ini menjadi salah satu kekuatan utama dalam konsep yang diusung. Alih-alih menonjolkan produk secara langsung, cerita dan pengalaman justru menjadi pusat perhatian.
“Kami tidak ingin iklan ini terasa seperti menjual. Kami ingin penonton merasakan suasananya dulu. Kalau rasa itu sampai, produk akan mengikuti dengan sendirinya,” kata Zura W. Zulkarnain.
Randang, Simbol Persatuan di Meja Makan
Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah, kehadiran randang di meja makan menjadi hal yang hampir tidak terpisahkan, khususnya di masyarakat Minangkabau.
Tak banyak yang tahu, randang bukan hanya soal rasa, tetapi juga sarat makna. Dalam tradisi Minang, terdapat empat unsur utama dalam proses membuat randang yang masing-masing memiliki filosofi tersendiri:
- Dagiang (daging) sebagai simbol niniak mamak atau pemuka adat
- Karambia (kelapa) sebagai simbol cadiak pandai atau kaum intelektual
- Lado (cabai) sebagai simbol alim ulama
- Pemasak atau bumbu sebagai simbol pemersatu
Keempat unsur ini mencerminkan nilai musyawarah dan mufakat dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, randang sering dimaknai sebagai simbol persatuan dan keutuhan.
Tradisi menghadirkan randang saat hari raya tidak hanya dijumpai di Sumatera Barat, tetapi juga di berbagai wilayah Melayu seperti Medan, Palembang, Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, hingga Semenanjung Malaya.
Selain itu, secara makna, “randang” bukan sekadar nama makanan berbahan dasar daging. Kata ini merujuk pada proses memasak itu sendiri—yakni teknik mengolah bahan dengan santan dan rempah hingga menghasilkan cita rasa khas.
Visual Sederhana, Cerita yang Kuat
Dalam video yang diproduksi, pendekatan visual tetap konsisten dengan tema yang diangkat. Ritme yang tenang, detail pada penyajian makanan, serta suasana hangat di meja makan menjadi elemen utama.
Aksar, yang terlibat dalam proses kreatif, menyebut bahwa kekuatan karya ini justru terletak pada kesederhanaannya.
“Yang kami kejar bukan kemewahan visual, tapi kejujuran suasana. Momen berbuka itu sederhana, tapi justru di situlah kekuatannya,” ujarnya.
Pendekatan ini juga mencerminkan tren konten digital saat ini, di mana storytelling menjadi elemen penting dalam membangun kedekatan antara brand dan audiens.
Alternatif bagi yang Tak Sempat Marandang
Di tengah kesibukan, tidak semua orang memiliki waktu atau kemampuan untuk memasak randang secara tradisional atau “marandang”. Proses yang panjang dan membutuhkan ketelatenan sering kali menjadi tantangan tersendiri.
Sebagai alternatif, masyarakat kini dapat menikmati randang siap santap dengan cita rasa autentik. Salah satunya melalui produk dari @8hinnekarasa yang menghadirkan randang dengan rasa khas Minangkabau.
Tonton Langsung Videonya
Untuk melihat hasil video iklan tersebut, publik dapat menyaksikannya melalui Instagram pada tautan berikut:
👉 https://www.instagram.com/reel/C5SZXdfJnlx/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==
Kolaborasi ini menjadi contoh bagaimana produk lokal dapat dikomunikasikan melalui pendekatan kreatif yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dengan mengangkat momen berbuka puasa serta nilai budaya di balik randang, karya ini tidak hanya berfungsi sebagai iklan, tetapi juga sebagai medium penyampai cerita.


Comments
Post a Comment